Guru Besar

Padepokan SATRIA UTAMA.


Pengurus

Padepokan SATRIA UTAMA.

Pengurus

Padepokan SATRIA UTAMA.

Pengurus

Padepokan SATRIA UTAMA.

Pengurus

Padepokan SATRIA UTAMA.

Sabtu, 19 Agustus 2017

PADEPOKAN SATRIA UTAMA


“PADEPOKAN SATRIA UTAMA”

SEJARAH BERDIRINYA PADEPOKAN

     Padepokan Satria Utama berdiri pada tanggal 30 September 1995 di kota Kudus Jawa tengah. Dipimpin oleh Guru besar Satria Utama Abah Moch Musta’in sebagai Pendiri dan Guru Besar. Didirikan atas dasar jihad fisabilillah amar ma’ruf nahi munkar ditengah-tengah kondisi masyarakat yang sering terjadi ketidakadilan dalam kehidupan. Pada zaman era globalisasi saat ini banyak tantangan yang dihadapi generasi muda. Dengan pemikiran terbentuknya padepokan Satria Utama, membentuk generasi muda yang bertaqwa, tangkas, dan trengginas dengan niat tulus menghadapi berbagai ujian dan rintangan serta melalui rhiadhoh mengharap kharomah dari guru - guru dengan ridho Allah SWT. Saat ini Padepokan Satria Utama sudah berkembang dan membuka cabang di berbagai daerah di Indonesia, semoga kiranya Allah SWT memudahkan perjuangan Satria Utama amin ya robbal alamiin...!  
VISI DAN MISI

     Abah moch musta’in mendirikan padepokan Satria Utama seni bela diri dan tenaga dalam untuk membentengi diri dan menolong orang lain dengan motto “TOLONGLAH DIRIMU SENDIRI SEBELUM MENOLONG ORANG LAIN” yang berarti jangan suka menasehati orang lain sebelum nasehati diri sendiri dan masih banyak lagi makna yang terkandung dalam motto tersebut.

PROFIL GURU BESAR

   Abah Moch Musta’in lahir dikota Demak, Jawa tengah dibesarkan di Kudus. Dari muda beliau sudah merantau untuk menimba ilmu ke berbagai guru alim taat agama, guru spiritual dan juga insya Allah guru-guru hikmah. Sehingga dalam nafas padepokan Satria Utama lebih banyak nasehat jawa yang mudah mengena dan menyentuh hati serta perasaan. Seperti pepatah “Ojo rumongso biso bisoho rumongso”.

KEGIATAN- KEGIATAN

     Di dalam Padepokan Satria Utama semua murid dibekali dzikir bertujuan agar selalu ingat kepada Sang Kholiq Allah SWT, tidak sombong, berani karena benar takut karena salah. Dengan begitu bisa menyadang gelar “SANTRI” San yang berarti Ihsan, Tri adalah Tiga yang berarti menjadi pendekar Satria Utama harus mampu melaksanakan 3 kebagusan,yaitu :
1. Taat perintah Allah SWT.
2. Taat menjalankan shunnah Rosulullah.
3. Birrul walidain.
ketiga syarat tersebut harus mampu dijalankan dengan begitu bisa menyandang gelar Satria Utama.
     Adapun kegiatan-kegiatan padepokan satria utama sebagai berikut:
Ø Diharuskan untuk mengamalkan dzikir sehingga selalu mengingat Allah SWT.
Ø  Setiap malam jum’at diadakan Sholat Tasbih.
Ø  Malam selasa kliwon mudjaadah dzikir doa manaqib.
Ø  Malam 10 assyuro istigosah akbar dan kholwatan.

      Di Padepokan Satria Utama semua murid di tekankan mampu menjalani “TOPO NGRAME” tentu istilah ini kurang dipahami oleh masyarakat awam, Makna dari Istilah tersebut yaitu “Hening dalam kehidupan mencari ridho Allah SWT” disamping itu hati harus selalu dijaga supaya bisa tenang, ikhlas menjalankan perintah dalam mencari ridhoNya walaupun harus hidup di tengah-tengah masyarakat yang penuh perjuangan dengan godaan dan ujian.
                                                                                                                                                           
PENGOBATAN

     Di dalam Padepokan Satria Utama dalam ilmu Pengobatan, selain metode tenaga dalam juga menggunakan tenaga perana, inti energi tenaga dalam dikombinasi dengan ramuan herbal dan pijat syaraf supaya sirkulasi darah lancar, dengan begitu badan akan tetap semangat untuk cepat mencapai kesembuhan. Sering menemukan kejadian di tengah masyarakat bila merasa sakit tentulah semua aura dalam tubuh akan tidak teratur begitu juga sebaliknya untuk mengembalikan tubuh yang sakit dengan ditransfer tenaga dalam dan dibuka auranya tentu tubuh yang sakit akan jadi sembuh. Selain untuk pengobatan, energi tenaga dalam mumpuni bila digunakan untuk pemagaran rumah dari aura negatif.
     Aura negative bisa berupa hal yang kurang baik, misalnya ingin menyelakakan /perbuatan  yang tercela tentu lebih dahsyat bila dilandasi dengan iman dan taqwa yang kuat di dalamnya terdapat ilmu hikmah atau kharomah Asma‘ul Husna, karena pada dasarnya seseorang yang mendalami ilmu Hikmah Asma’ul Husna dengan rutin sudah tentu memiliki tenaga dalam yang bagus. Tinggal bagaimana seseorang mampu atau tidak untuk bisa mengasahnya. Dan sebaliknya seseorang yang memiliki tenaga dalam belum tentu mampu menguasai ilmu hikmah atau kharomah  untuk itu dalam nafas Satria Utama tidak bisa lepas dari hukum syariat dan hakiqot luar kuat dalam haruslah lebih kuat. Pada kenyataanya era jaman modern semuanya harus serba intan. Sudah jarang yang mau  mendalami ilmu kharomah, berdzikir berlama - lama tentu yang lazim kita jumpai di pondok - pondok pesantren itu pun sekarang cenderung beralih ke pondok modern.
 




Selasa, 27 Juni 2017

Kegiatan Padepokan Satria Utama pada Malam 1 Muharram (Suro) 2016

Ritual yang Digelar Malam 1 Suro Tahun Baru Islam.

Pergantian tahun baru Jawa yang jatuh tiap malam satu Suro (1 Muharram) yang tidak disambut dengan kemeriahan.

Kebalikan dari malam-malam tahun baru umumnya, tahun baru Jawa, atau malam satu Suro, justru diperingati dengan berbagai ritual sebagai bentuk introspeksi diri. Salah satu ritual yang dilakukan masyarakat Jawa di antaranya tirakatan

Ritual lain dikenal dengan Tirakatan. Tirakat dari kata ‘Thoriqot’ atau Jalan, yang dimaknai sebagai usaha mencari jalan agar dekat dengan Allah. Tirakatan ini digelar setiap malam satu Suro oleh kelompok-kelompok penganut aliran kepercayaan Kejawen yang masih banyak dijumpai di pedesaan. Mereka menyambut datangnya tahun baru Jawa dengan tirakatan atau selamatan.

Sepanjang bulan Suro masyarakat Jawa meyakini untuk terus bersikap eling (ingat) dan waspada. Eling artinya manusia harus tetap ingat siapa dirinya dan di mana kedudukannya sebagai ciptaan Tuhan.

Selain pengajian serangkain acara lain juga di lakukan di padepokan Satria Utama seperti dzikir bersama khas padepokan dan mandi ruatan malam satu suro dengan harapan mensucikan diri







 

Senin, 26 Juni 2017

Panca Setia Perguruan Silat Tenaga Dalam dan Metafisik

Kami anggota perguruan silat,tenaga dalam dan metafisik "SATRIA UTAMA" bejanji :

1. Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
2. Setia dan taat kepada pancasila dan Undang-undang dasar 45.
3. Menghormati dan patuh kepada orang tua dan guru
4. Ikhlas dan berani membela keadilan dan kebenaran di jalan Allah
5. Setia dan taat kepada perguruan dan menjauhkan kesombongan serta saling menghormati sesama       anggota ikatan pencak silat Indonesia 

SBTDM "SATRIA UTAMA"

ARTI DAN LAMBANG SATRIA UTAMA



 1. Bintang Warna Emas
     Mengandung arti Tuhan Yang Maha Esa

 2. Seorang SU duduk bersila dalam meditasi menyangga jari telunjuk
     Mengandung arti SU dalam keheningan hati selalu mengharap pertolongan tuhan sang pencipta          alam semesta.

 3. Pansi Putih
     Mengandung arti kejujuran dan kesucian hati harus di sandang kemana SU pergi.

 4. Di Dada Huruf SU agar kemana SU berada harus diingat janji dan patuh terhadap perguruan.

 5. Sabuk Hitam seorang pendekar harus tegas dan berani dalam membela kebenaran dan keadilan.

 6. Ikat Kepala mengandung arti kekuatan pikiran seorang pendekar dalam meraih ilmu

 7. Warna Hitam SBTD tenaga dalam mengandung arti ketegasan SU dalam mengambil sikap tenaga       dalam senantiasa melingkari kehidupan kita.

 8. Bola Bumi Bertuliskan SATRIA UTAMA warna emas mengandung arti SU bisa berkembang di         seluruh dunia dalam kegemilangan

 9. Garis Melingkar Warna Putih tiap hitam mengandung arti dalam berjuang berlandaskan ketegasan       dan kesucian.

10. Garis Tepi Bulat Warna Merah Setrip Hitam dalam kebulatan tekat SU berani karena benar takut         karena salah

11. Warna Dasar Merah  mengandung arti keberanian
     Arti Warna
     Putih     : Kesucian
     Merah   : Keberanian
     Biru      :Kesuburan / Kemakmuran
     Kuning : Kegemilangan
     Hitam   : Ketegasan


Susunan Pengurus Padepokan SATRIA UTAMA Kudus


SUSUNAN PENGURUS PAGUYUBAN / ORGANISASI 
SENI BELADIRI  TENAGA DALAM METAFISIK
“ SATRIA UTAMA”

Perum Sumber Indah I Blok S No.98 Tenggeles Kudus Hp. 085712290168

Pendiri/Guru Besar     : Abah Moch Musta’in
Pelindung           : Kepala Desa                                                                 
Penasehat                    : Guru Muda Suparno, SHI
                                    : Solcha Ivada, SH
       I.         Ketua Umum               : Ust Mubaroq, SHI
Ketua I                        : Surahmad
Ketua II                       : Abdul Mutholib
    II.          Bendara I                     : Andhi Yulianto
Bendara II                   : Hj. Triwinarni
 III.            Sekretaris I                 : Adi Fahrurizal, ST
Sekretaris II                : Akhwan Kurniawan, SSI
 IV.            Seksi-seksi       :
1.      Kepelatihan :
a.       Ketua  : Farid Nur Hidayat
b.      Asisten
v  Tenaga Dalam :
§  Ahmad Qosim
§  Noor Setiawan
§  Solikin
§  Purwadi
v  Pencak Silat    :
§  Muhammad Naja Firdaus
§  Nisfa Kharisma
§  Ulin Nuha
2.      Humas             : Nur Hasan, Sag
                          Muhammad R
                          Jariyanto
                          Subandono
                          Suryanto          
                          Kundori
3.      Da’wah           : Kasmijan
                          Muntoro
                          Imma Husnul Himmah
                          Saeful Haris, SE
4.      Pengem. Org   : Muhammad As’ari
                          Susan Primadevi, Msc
                          Hendra Saputra
                          Danil Ningtriwati, SE
                          Mulyadi

    V.            Anggota